Basic Properties di CSS

CSS (Cascading Style Sheets) adalah bahasa yang kita gunakan untuk “menghias” atau mengatur tampilan halaman web. Dengan CSS, Anda bisa mengontrol warna, font, spasi, dan banyak lagi.

Struktur dasar sebuah aturan CSS adalah:

selektor {
  properti: nilai;
}

Mari kita jelajahi beberapa properti paling dasar.


color

Properti color digunakan untuk mengubah warna teks.

Pilih nilai untuk color:

Hasil Tampilan

Teks ini adalah contoh.

Contoh Kode

p {
  color: #c0392b;
}

background-color

Properti background-color digunakan untuk mengubah warna latar belakang sebuah elemen.

Pilih nilai untuk background-color:

Hasil Tampilan

Contoh teks dengan latar belakang.

Contoh Kode

p {
  background-color: #ecf0f1;
}

background-image

Anda juga bisa menggunakan gambar sebagai latar belakang dengan background-image. Nilainya harus berupa url('path/ke/gambar.jpg').

Pilih nilai untuk background-image:

Hasil Tampilan

Latar belakang gambar

Contoh Kode

div {
  background-image: url(https://images.unsplash.com/photo-1554034483-04fda0d3507b?w=200&q=80);
}

font-size

Gunakan font-size untuk mengatur ukuran teks. Anda bisa menggunakan satuan px (pixel), em (relatif terhadap ukuran font induk), atau %.

Pilih nilai untuk font-size:

Hasil Tampilan

Teks ini adalah contoh.

Contoh Kode

p {
  font-size: 16px;
}

font-family

Properti font-family digunakan untuk mengubah jenis huruf (font) dari teks. Anda bisa menyediakan beberapa nama font sebagai cadangan, dipisahkan oleh koma.

Pilih nilai untuk font-family:

Hasil Tampilan

Teks ini adalah contoh.

Contoh Kode

p {
  font-family: serif;
}

margin

margin adalah properti untuk mengatur spasi atau jarak di luar batas (border) sebuah elemen. Ini seperti memberikan ruang napas di sekitar elemen.

Pilih nilai untuk margin:

Hasil Tampilan

Elemen ini punya margin.

Contoh Kode

div {
  margin: 10px;
}

padding

padding sangat mirip dengan margin, tetapi untuk mengatur spasi di dalam batas (border) sebuah elemen. Ini seperti memberikan bantalan antara konten dan border. Aturan penulisannya sama dengan margin.

Pilih nilai untuk padding:

Hasil Tampilan

Elemen ini punya padding.

Contoh Kode

div {
  padding: 10px;
}

border

Properti border digunakan untuk membuat garis di sekeliling elemen. Ini adalah shorthand (singkatan) dari tiga properti: border-width, border-style, dan border-color.

Formatnya: lebar gaya warna (cth: 1px solid black).

Pilih nilai untuk border:

Hasil Tampilan

Elemen ini punya border.

Contoh Kode

div {
  border: 1px solid black;
}

text-align

Properti text-align mengatur perataan horizontal teks di dalam sebuah elemen.

Pilih nilai untuk text-align:

Hasil Tampilan

Teks ini akan rata kiri, tengah, kanan, atau rata penuh.

Contoh Kode

p {
  text-align: left;
}

text-decoration

text-decoration digunakan untuk menambahkan dekorasi pada teks, seperti garis bawah, garis tengah, atau garis atas.

Pilih nilai untuk text-decoration:

Hasil Tampilan

Teks dengan dekorasi.

Contoh Kode

p {
  text-decoration: none;
}

font-weight

Properti font-weight mengatur ketebalan font teks. Anda bisa menggunakan kata kunci seperti normal, bold, atau nilai numerik seperti 100 hingga 900.

Pilih nilai untuk font-weight:

Hasil Tampilan

Ketebalan font teks ini bisa berubah.

Contoh Kode

p {
  font-weight: normal;
}

line-height

line-height mengatur tinggi setiap baris teks. Ini berguna untuk menambah atau mengurangi spasi vertikal antar baris teks, yang mempengaruhi keterbacaan.

Pilih nilai untuk line-height:

Hasil Tampilan

Spasi antar baris teks ini akan berubah.

Contoh Kode

p {
  line-height: normal;
}

width

Properti width mengatur lebar elemen. Anda bisa menggunakan satuan px, %, em, atau vw (viewport width).

Pilih nilai untuk width:

Hasil Tampilan

Lebar elemen ini akan berubah.

Contoh Kode

div {
  width: 100px;
}

height

Properti height mengatur tinggi elemen. Sama seperti width, Anda bisa menggunakan satuan px, %, em, atau vh (viewport height).

Pilih nilai untuk height:

Hasil Tampilan

Tinggi elemen ini akan berubah.

Contoh Kode

div {
  height: 50px;
}

border-radius

border-radius digunakan untuk membuat sudut elemen menjadi melengkung atau membulat. Semakin besar nilainya, semakin bulat sudutnya.

Pilih nilai untuk border-radius:

Hasil Tampilan

Sudut elemen ini akan membulat.

Contoh Kode

div {
  border-radius: 0;
}

opacity

Properti opacity mengatur tingkat transparansi sebuah elemen. Nilainya berkisar antara 0 (sepenuhnya transparan) hingga 1 (sepenuhnya buram).

Pilih nilai untuk opacity:

Hasil Tampilan

Elemen ini akan menjadi transparan.

Contoh Kode

div {
  opacity: 1;
}